Maret 07, 2014

MAPAN

Assalamualaikum Warrohmatullahhi Wabarokatuh
Hai hai,, mumpung masih banyak waktu lenggang karena status udah berubah jadi pengangguran #huuffppt, (semoga besok udah berubah jadi istri orang atau bini orang #eghh). Pokoknya ga lagi pengangguran deh, hahhaaa. Kali ini saya mau postingin tentang kriteria MAPAN untuk jodoh *yeee .. prok prok prok* (semangat banget kalo tentang jodoh).

Postingan kali ini sambungan postingan sebelumnya dengan judul NIKAH. Dalam postingan NIKAH, saya lebih ngebahas untuk hukum pacaran dalam Islam dan kalo udah jatuh hati mesti gimana. Dalam tema NIKAH waktu itu, saya pernah tulis jika kriteria jodoh yang paling baik cukup satu aja. Yaitttuuuuuuu jeng.. jeng..jeng… TAAT ALLAH Subhanahuatta’alla. Nah postingan kali ini saya akan sharing tentang MAPAN. Gimana MAPAN yang baik sehingga In Sya ALLAH kita bisa ketemu dengan jodoh kita tidak cuma untuk di dunia tapi juga di akhirat, aamiin. Kalo bicara tentang mapan pasti pikiran langsung nyambung tentang harta kekayaan, hehehe, lumrah. Banyak wanita yang lebih pentingkan calon suaminya mapan harta, tapi yakinlah para lelaki masih ada wanita yang tidak melihat seorang pria dari mapan harta saja.
Menikah itu perlu ilmu. Nah ini salah satu ilmunya yang saya dapat dari berbagai sumber. Bismillah, semoga manfaat. Afwan sebelumnya postingan ini ga berniat provokasi yaa, cuma menyampaikan dan mengingatkan bahwa ALLAH dan Rasul telah melindungi kita dari zina dengan syariat Islam. Beberapa dalil tentang pernikahan :
“Kami tidak mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencinta semisal pernikahan” (HR Ibnu Majah)

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika merasa miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Nur [24]: 32)

“Wahai para pemuda ! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi kemaluan. Dan barang siapa belum mampu, hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

“Menunda pernikahan adalah menunda banyak manfaat yang sesungguhnya dapat segera dinikmati oleh manusia” (Umar bin Khattab ra)

Berikut cerita tentang Ukaf :
Dikisahkan bahwa suatu ketika seorang laki-laki datang menghadap Rasululah. Laki-laki itu bernama Ukaf, ia adalah lelaki bujang yang belum mau menikah, padahal ia sudah mampu. Rasulullah bertanya kepadanya, “Wahai Ukaf apakah engkau sudah mempunyai istri?” Ukaf menjawab, “Belum”.
Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau mempunyai budak perempuan?” Ukaf menjawab, “Tidak”.
Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau orang kaya yang baik?” Ukaf menjawab, “Ya, Alhamdulilah, saya orang kaya yang baik.”
Beliau lalu berpesan, “Kalau begitu engkau termasuk temannya setan. Seandainya engkau seorang Nasrani maka engkau adalah salah seorang pendeta di antara golongan mereka. Apabila engkau termasuk golongan kami maka hendaklah engkau berbuat seperti halnya kebiasaan kami. Sesungguhnya sebagian dari sunahku adalah menikah, maka sejelek-jelek kalian adalah yang hidup membujang. Sejelek-jelek orang mati adalah yang mati membujang. Sebab itu, sungguh celakalah dirimu, wahai Ukaf. Sebab itu, menikahlah!” (HR Ibnu Katsir dan Ibnu Majah)
“Menikahlah, sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlah umatku di tengah umat-umat yang lain.” (HR Abdurrazak dan Baihaqi)

Nahh lohh, masih ingin maksiat ? (Nauzubillah). Udah putusin aja (hohoohoo).
Kan nikah itu ribet bin pusing (iya juga sih).
Trus ga bebas lagi, kalo udah punya anak (eemm, gitu ya)
Jangan takuti hal yang belum pasti tejadi, pacaran itu mendekati zina, mulianya laki-laki apabila dia datangi walimu, bukan ajak dirimu bermaksiat. (saya udah pernah bahas gimana ruginya pacaran, dalam postingan saya sebelumnya dengan judul NIKAH).
Takuti saja ALLAH dan yakini niat baik pasti dibantu dan dimudahkan ALLAH. Pernikahan tidak mesti harus mapan harta, yang utama adalah MAPAN IMAN, MAPAN PEMIKIRAN, dan MAPAN EMOSI.
Nahhh 3 mapan ini yang penting harus dimiliki seorang pria dan perempuan sebelum menikah. Ini persiapannya bukan pacaran yaaa. Mari kita bahas satu-satu :
-          MAPAN IMAN
Penjabaran mapan iman sebenernya luas, tapi saya ambil singkat bin padet nya aja. Rasulullah bersabda “Wahai para pemuda ! Barang siapa diantara kalian berkemampuan…….” Berkemampuan disini artinya kemampuan dalam beragama. Cukup satu kriteria untuk jodoh tapi In Sya ALLAH membawa damai dunia akhirat, itu adalah TAAT kepada Rabb nya. Seorang yang taat kepada ALLAH sudah tentu pasti melakukan perintah ALLAH dan menjauhi larangan ALLAH karena ketakutan luar biasa akan ALLAH. Pernah mendengar hadits berikut :
Rasulullah Saw bersabda :
“Seorang wanita dinikahi karena empat hal ; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (memahami islam), niscaya kamu akan beruntung.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)    

Pesan Rasulullah jika ingin beruntung carilah calon pendamping hidup yang dilihat dari agamanya. Karena jika menikah dengan yang taat In Sya ALLAH, tau akan halal dan haram, serta hak dan kewajiban di dalam rumah tangga, sama-sama memiliki kesamaan yaitu takut kepada ALLAH dan ingin bertemu kembali di Jannah-Nya.
Seorang yang sehari-hari bacaanya adalah Al-Quran lisannya pun teduh, jauh dari kata tak pantas. Dihiasi selalu dengan wudhu maka cahaya terpancar dari wajahnya. Masih ada wanita yang meleleh ketika mendengar tilawah merdu dari seorang laki-laki, ketimbang melihat laki-laki pake motor dan mobil mahal. Kemapanan iman akan membuat seseorang selalu butuh ALLAH baik dikala senang maupun susah. Dan membangun keluarga dengan orang yang beriman tentu akan lebih mendekatkan kita dengan ALLAH, dekat, lebih dekat dan lebih taat.

-          MAPAN PEMIKIRAN
Mapan pemikiran kalo bagi saya lebih pada kontrol diri, dimana kita akan menerima ketidaksempurnaan pasangan. Hidup sejak bayi dengan orangtua dan saudara kandung pun masih ada selisih paham, apalagi hidup satu atap dengan orang yang baru dikenal dengan berbeda kebiasaan, sifat, tingkah laku, dll. Kata orang-orang yang udah nikah, jangan pikir nikah itu menyenangkan tapi yang jelas nikah itu mendewasakan. Gimana kontrol diri untuk mengecilkan masalah besar dan menyelesaikan masalah kecil. Dan bagaiman kita bisa membuat kekurangan satu sama lain menjadi alat untuk jatuh cinta berulang kali tetapi pada orang yang sama. Mapan pemikiran akan menimbulkan tujuan dalam pernikahan, bukan sekedar nafsu. Hampir kebanyakan calon pengantin, persiapan nikah hanya tentang resepsi pernikahan, nyatanya pernikahan di mulai setelah resepsi. Hingga akhirnya pernikahan hanya sebagai status (Nauzubillah).
ALLAH Subhanahuattalla berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Pedoman tujuan pernikahan salah satunya adalah untuk melindungi orang yang kita sayangi dari ancaman neraka. Soulmate itu bukan di cari tetapi di bentuk. Karena kalo kita mencari seseorang yang mengerti lahir batin tentang kita, dan tidak akan menyakiti, yaa .. nikah aja sama diri sendiri. Jadi intinya sebelum mengarungi lautan dengan bahtera yang dimiliki, tentukan dahulu tujuan pelabuhan yang hendak dicapai.

-          MAPAN EMOSI
Ini hal paling penting, ketika kita emosi terkadang akhlak yang selama ini di jaga akan musnah dalam hitungan detik. Ingat hadits berikut :
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi)

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi)

Bagi kaum pria, jika emosi jangan sakiti wanita. Wanita bukan diciptakan dari tulang kepala, bukan untuk di sembah. Bukan dari tulang kaki, untuk diinjak. Tetapi dari tulang rusukmu untuk dijadikan pendamping dan teman hidup.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

“Seorang perempuan yang menegakkan sholat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, dan mematuhi suaminya akan memasuki Surga melalui pintu mana saja dia suka”. (HR. Bukhari dan Muslim)

“Ingatlah, aku telah memberi tahu kalian tenntang istri-istri kalian yang akan menjadi penduduk surga, yaitu yang penyayang, banyak anak (subur), dan banyak memberikan manfaat kepada suaminya; yang jika ia menyakiti suaminya atau disakiti, ia segera datang hingga berada dipelukan suaminya, kemudian berkata, ‘Demi Allah, aku tidak bisa memejamkan mata hingga engkau meridhaiku.’”(HR Al-Baihaqi)

Bagi kaum hawa, ketika akad terucap maka kepatuhan seorang wanita lebih utama pada suaminya. Ketaatan istri pada suami dikala tingkah laku suami masih sesuai akidah Islam.
Kunci perpecahan suatu pernikahan terletak di tangan suami. Berkali-kali wanita mengucap kata cerai, maka cerai tersebut tidak sah. Tetapi sekali saja lelaki mengucapkan cerai atau kata perpisahan maka jatuhlah talak. Pentingnya mapan emosi dimiliki oleh seorang laki-laki. Ulama berpendapat, bahwa jika suami memang ingin berpisah dengan istrinya, maka ucapkanlah kata talak dalam keadaan tenang, agar tidak ada penyesalan setelahnya.
Hooossshhh… serius banget bahasannya, relax lagi. Semua inspirasi di atas saya dapat dari membaca buku, ikut kajian dan seminar, jadi bukan karena udah berpengalaman ya. Saya juga lagi terus memantaskan dan memperbaiki diri untuk jodoh yang ALLAH ridhoi. *jodoh mana jodoh*. Jadi tunggu apa lagi, jika telah siap maka menikahlah (untuk cowok). (kalo cewek kan mesti nuggu ada yang lamar *hiks). Doa sama-sama, semoga penulis dan pembaca di berikah ALLAH jodoh dunia akhirat segera, aamiin Allahumma aamiin. Moga manfaat hiihii….

Maret 06, 2014

Kenapa Hijab mu Panjang ?

Assalamualaikum Warrohmatullahhi Wabarokatuh
Shobahul Khair ya semuanya … (Morning bahasa afrikanya hehehe).
Pagi ini saya punya inspirasi untuk share cerita dengan tema “Kenapa Hijab mu Sekarang Panjang ?”
Inspirasinya muncul saat ada beberapa temen komentar tentang hijab Syar’I saya (In Syaa Allah). Idenya udah lama cuma baru sempet sekarang sharenya. Kemaren-kemaren beberapa temen komenny gini nih … check it out yak :
-          Gimana bisa jadi kayak gitu, sep ? aku mau banget kayak kamu. (hahhaa kan tinggal di pake aja jilbab yang panjang)
-          Wahhh… udah insyaf nihh !! (ya iyalah masak mau buat dosa mulu *hhem)
-          Udah berubah nih… (emang berubah jadi apa aku nya, Godzila ? Hulk ? Power Rangers ? *helleh)
-          Kepingin banget jilbab ny kayak kamu sep, cuma belum siap nih. Kelakuan masih negatif. (hhhhhmmmmm …. Kalo saya komenin di sini bisa 2hari 7malam ga selesai)
Dari sekian banyak komentar, ini nih yang menggelitik untuk nulis postingan ini. Bismillah semoga manfaat bagi pembaca, In Syaa ALLAH, aamiin. : )
Pertanyaan yang mendasar adalah “apakah gerangan yang membuat saya mantap hijab syar’I ?” “kenapa ?” “apa alasannya ?”. In Syaa Allah, Lillahita’alla memang karena Allah saya berhijab syar’i. Alasan utama pastinya karena hijab syar’I adalah perintah ALLAH, sebagai manusia yang ingin deket sama Rabb nya, otomatis saya harus ngelakuin apa yang diperintahkan oleh ALLAH bahasa gaulny TAAT. Kita flashback bentar yaahh…. Pertama berhijab saya ga langsung pake jilbab panjang, masih hijab fashion, yang suka banget cari tutorial hijab dari ucup *egh* youtube (jangan ditiru deh). Dulu maunya berhijab tapi tetep modis biar ga ketinggalan jaman (yaelaahh jaman dikejar, bus kali). Sehingga akhirnya ALLAH berikan nikmat Hidayah yang begitu besar, (singkat cerita aja ya), total saya merubah pakaian dan kerudung yang menutupi dada. (Penasaran yaa hidayahnya apa ? Tanya penulisnya langsung aja ya, jd ga pegel ngetik hhoohho). Setelah berusaha istiqomah lama-lama muncul pertanyaan dari syetan di dalam hati :
1.      Ga takut ketinggalan jaman nih ? (ga tuh, takut lagi kalo ditinggalin ALLAH di neraka)
2.      Iiihhh pakaian kayak gitu siapa yang mau temenan sama kamu? (Alhamdulilah masih banyak, bahkan mereka lebih menghormati saya sebagai muslimah, *wek)
3.      Laki-laki mana yang mau lirik kamu dengan pakaian ribet bin panjang ga karuan gitu ? (hahhaa saya emang ga mau di lirik, tapi dinikahin. Jodoh kan ALLAH yang atur, yang jelas yang mau nikahin saya In Syaa ALLAH yang taat sama ALLAH, dia tau halal, haram, kewajiban dan haknya nanti)
4.      Itu kan pakaian dan jilbab tahun 70an ? panas lagi, pengap pake kayak gituan. (saya lebih takut panasnya neraka dari panas ini, mau ke neraka kok ajak-ajak #ppfft)
Kurang lebih gitu deh perdebatan di dalam hati. Usut punya usut ini nih alasannya, yuk bahasssssss. Dear, sadar umurmu sudah berapa ? kita ga mungkin kanak-kanak terus, remaja terus dan muda terus. Akan ada waktu dimana kita telah mendekati tua bahkan setiap hari mendekati kematian. Sudah ada persiapan menuju kematian ? masihkah mau menghabiskan waktu dengan hura-hura dunia ? Muslimah sayang, sadarkah engkau akan menjadi apa dikemudian hari ? (ayoo tebak….). tukang parkir ? penyanyi ? tukang kredit ?. Yang jelas bukan yang disebutin itu. Fitrah yang paling mulia yang ALLAH beri hanya kepada wanita. Yuppsss .. seorang IBU. Kamu akan menjadi seorang IBU, dear. Rasulullah menyebut IBU IBU IBU, 3x lebih mulia dibandingkan dengan posisi ayah. Karena inilah saya mau berhijab syar’I dan memperdalam Islam.
Lhooo !! apa hubungannya jilbab panjang dengan menjadi seorangn IBU. Jelas ada bahkan banyak kaitannya saudariku. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Seorang ulama berpendapat jika ingin merusak generasi di suatu wilayah maka rusaklah terlebih dahulu kaum perempuannya, karena jika kaum perempuan telah rusak maka generasi penerusnya akan lebih mudah untuk dirusak. Ibu adalah sekolah, guru, dosen, pengajar, bahkan kampus pertama sekali bagi anak-anaknya, maka dari itu penting bagi seorang perempuan untuk mempersiapkan diri untuk menjadi seorang ibu. Orangtua di zaman modern sekarang, ingin anaknya rajin solat dan taat agama. Tetapi mirisnya pengajaran tentang agama tidak dikenalkan sejak dini, mereka mendapat ilmu agama hanya dari guru sekolah #tepok nyamuk .. ehh #tepok jidat.
Orangtua lebih sibuk mencari uang yang katanya untuk keperluan anaknya, tetapi anak tidak hanya butuh uang. Orangtua lalai, mereka tidak sadar bahwa anak adalah asset mereka di akhirat. Sibuk dengan dunia hingga anak tidak tumbuh dan berkembang sesuai keinginan orangtua, terjerumus pada pergaulan bebas, dan lingkungan yang salah. Jika anak telah rusak maka dimanakah letak peran seorang IBU ? gagalkah ibu menjadi madrasah bagi anak-anaknya.
Ga usah kita komentar keluarga si A dan keluarga si B, yuk introspeksi orangtua kita sendiri. Pelajarilah apa kesalahan mereka menjadi orangtua, agar kita tidak mengulang hal yang sama untuk anak-anak kita kelak. Masih bingung juga ya muslimah ??? oke kita bahas contohnya …..
-         -  Anak Musisi
Sedari kecil dikenalkan dengan musik, hingga sampai dewasa ia pun sangat kental dengan musik, mengikuti jejak orangtuanya, sehingga menjadi musisi pula.
-          - Anak dari seorang yang taat pada ALLAH
Sejak di kandungan ia telah dikenalkan dengan Al-Quran, sehingga dogeng ketika tidur pun kisah-kisah dari Al-Quran. Berkembang dari lingkungan yang taat pada ALLAH, sehingga tidak payah orangtua mendidik agama pada anaknya, karena taat sudah menjadi kebiasaan dari orangtuanya.
Contoh anak A dan anak B ini pernah saya posting sebelumnya dengan judul “NIKAH” klik aja postingan saya sebelumnya, untuk lebih lengkap tentang “NIKAH”.
Anak A : sejak sedari batita anak A sering sekali mendengar ucapan-ucapan kasar dan kotor dari kedua-orangtuanya dan lingkungan sekitarnya, dibiasakan berkutat dengan mendengarkan lagu. Hasilnya, terbiasa selama kurun waktu tertentu, anak A sering mengucapkan kata-kata kotor, perlakuannya pun kasar, semua lagu-lagu dewasa ia hafal.
Anak B : sedari hamil ibunya tekun membaca Al-Quran, hingga sang anak lahir, dongeng ketika tidurnya pun ayat-ayat Al-Quran dan teladan Rasul. Dengan kurun waktu tertentu, anak B menjadi penghafal Al-Quran, dan tidak mengenal lagu, asing dengan nyanyian.
Mau tipe anak seperti apa yang kamu ingin bentuk, ya tergantung dari pola didikanmu dear. Jangan perintahkan anak untuk berhijab jika kamu sebagai Ibu belum tutup aurat, jangan perintah anak rajin solat jika kamu masih lalai akan solat. Anak akan mencontoh apa yang ada di sekeliling dan lingkungannya. Anak adalah pengikut paling ulung, jadi karakter anak dibentuk sepenuhnya oleh orangtua.
Ini nih, yang membuat saya mantap hijab panjang menjulur menutupi dada. Selain karena perintah ALLAH, saya ingin keturuanan kelak dapat lebih baik dari saya, baik untuk dunia dan akhiratnya. Saya pun ingin membangun asset untuk di akhirat kelak, agar doa dari anak-anak ku kelak dapat di dengar ALLAH bahkan sampai bisa mengurangi siksaan ku di akhirat nanti.
Trus ada yang nanya nih,,,, “emang ALLAH perintahin untuk jilbab jadul kayak gitu ?”
Hhihihihh jelas ALLAH perintahkan bangetsssssssssssssssssss. Nih dalilnya :
ALLAH SWT berfirman :
“Katakanlah pada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH SWT adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Ahzab : 59)

ALLAH SWT berfirman :
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”  (QS An-Nuur : 31)

Tuh.. tuhh.. udah jelas kan dear. Alasan kenapa kita mesti tutup aurat. Doain yuk, semoga yang belum menutup aurat, dapat tergerak hatinya untuk menutup auratnya sebelum ditutupkan, yang sudah tutup aurat semoga di perbaiki lagi agar lebih syar’I, dan semoga yang telah melangkah berhijab syar’I trus diberi ALLAH ke istiqomahan hati, (In Sya ALLAH). Jika masih ada yang belum jelas langsung sharing aja sama penulisnya, hehhee… afwan tulisan ini masih banyak kekurangan. Moga manfaat *senyum*.

Desember 21, 2013

Tidak semudah hati menerima Firman dan Hadits mu Ya Allah.
Tidak selembut hati menerima perintah Mu Ya Rabb.
Tidak selapang dada ini mempraktekkan Al-Quran Mu Ya Rahman.
Tidak semudah hidup ini menerima hadits Rasul Mu Ya Ghani.

Engkau memang yang paling kuasa memberi hidayah.
Engkau memang yang paling berhak menyadarkan.
Engkau memang yang paling bisa menyentuh hati.
Engkau memang yang paling mengizinkan melembutkan hati.

Susah ….
Sulit …..
Rumit …
Berat ….

Aku telah mencoba menjadi pengingat mereka Ya Allah.
Aku telah coba memberi dalil pada mereka Ya Rahim.
Aku telah coba memberi tahu mereka Ya Mukhaimin.
Aku telah coba jadi alarm bagi mereka Tuhan ku.

Setiap diberi tahu, selalu ada bantahan.
Setiap diingatkan selalu di bilang darimana dalilnya darimana ilmunya.
Setiap didiskusikan mereka tak mau kalah karena ego,
dan itu sudah budaya dari nenek moyang mereka.

Mohon tobat ampun ku pada Mu Ya Allah.
Tak niat untuk menggurui,
Tak niat untuk jadi yang paling benar,
Tak niat untuk menghakimi,

Tapi sedih hatiku, jika mereka lebih patuh pada budaya orang lain.
Tapi lirih hati melihat agama mereka dikalahkan dengan budaya agama lain.

Tapi aku sadar,
Engkau menghisab amalan anak manusia tidak berkelompok,
Tidak dalam ikatan keluarga,
Tidak beregu lagi berramai-ramai.

Engkau Maha Adil,
Menghitung setiap amalan dan dosa,
Per kepala, setiap manusia,
Tak sedikitpun yang luput dari Penglihatan Mu.

Amalan ku untuk ku
Amalan mu untuk mu


September 01, 2013

Sedekah, Saving & Shooping

1.Beberapa hari yang lalu saya dapat Broadcast tentang pentingnya investasi ilmu. Ini menggelitik sedikit dan buat saya tertarik untuk sedikit sharing tentang pentingnya financial pada umur beranjak tua gini. hhooho

2.Orang hebat, menghabiskan uangnya untuk investasi ilmu agar menghebatkan dirinya dan orang lain. Sementara orang biasa, dia menghabiskan uangnya untuk kesenangan pribadinya. (ini inti dari BC tersebut)

3.Jaman dahulu kala, saya pernah kerja walaupun cuma jadi guru les abal-abal hhehe. Cari pengalaman aja, pertama niat semangat membara *sampe ada api berkobar dibelakangnya* endingnya patah arang *jangan ditiru adegan berbahaya*.

4.Sejak itu saya jadi pribadi yang lebih menghargai uang. Cari uang  Rp 100.000 itu banyak pengorbanan, walaupun kalo lebaran tinggal nadah aja sama keluarga *kalo lebaran, cuma lebaran hiks hiks*.

5.Nahan dongkol sama atasan, ikuti peraturan yang maksa gitu deh, belum lagi kondisi di lapangan #wwuiih sumpah syusyah cari duit.

6.Ponakan nakal tinggal ngadu sama Ibunya atau paling parahnya cubit pipinya. Kalo anak orang sampe nangis waktu kita ajar, #wah bikin masalah tuh sama Ibunya si anak dan atasan tentunya, padahal nakalnya diluar kesabaran.

7.Belum lagi tugas deadlinenya yang seambrek dan udah kewajiban harus HARUS dikerjakan dan selesai tepat waktu, ditambah tugas kuliah juga. Membuat soal ujian beratus-ratus dalam waktu singkat itu bikin mabuk ala berbuih-buih.

8.Sedangkan gaji paling banter maksimal Rp 250.000. Zaman sekarang mudah ngabisin uang seharga itu.

9.Sebelum kerja saya cukup sering jalan ga karuan sama temen, setelah kerja lebih sering jadi penghuni rumah *alias anak rumahan* hhehe.

10.Setelah ngerasain gimana penatnya tiga bulan cari duit, uang jadi lebih dihargai demi kepentingan bukan demi kenafsuan.

11.Tiga bulan kerja saya putusin resign. Karena saya lebih fokusin kuliah. Waktu dengan keluarga dan teman kurang banget, tapi kaya juga kaga hhohoo. Lebih baik saya pilih keluarga dan kuliah. Karena ortu juga udah komplein kuliah sedikit diabaikan.

12.Pelajaran berharga banget bisa nimba ilmu dari mereka yang udah berpengalaman sekaligus ngerasain ngeri kalo kita kerja di bawah standar, dan ngadepin muka datar mereka saat kita kerja ada kesalahan.

13.Balik lagi ke no.2 *coba Scroll gih*. Uang bukan segalanya, tapi hargai uang bukan dengan foya-foya. investasikan pada hal yang bermanfaat, seperti investasi pada ilmu contohnya beli buku atau ikut seminar.

14.Buku bisa dihibahkan pada anak cucu atau siapapun yang butuh serta ilmu bisa kita share sama yang mau. Kalo foya-foya cuma senang sesaat tapi bangkrutnya lama.

15.Setau saya kerja itu sumringah dan semangatnya pada awal bulan, akhir bulan wajah mulai surut, makan siang semrawut hhiihii.

16.Perencana keuangan membagi konsumsi uang dalam 3S  yaitu : SEDEKAH, SAVING (nabung), dan SHOOPING (makan, baju, liburan, dll) dengan persentase terserah, tapi lebih bijak persentase dilebihkan pada Saving (investasi).

17.Usia semakin nambah lebih bijak sekali jika financial juga ditata. Bukan pelit loh, tapi beli sesuai kebutuhan dan investasikan uang (dengan banyak cara).

18.Investasi banyak ragam dan macam, jika mau dibahas mungkin harus ada tema khusus. Investasi pada ilmu itu contoh kecil, tapi investasi dalam bentuk feedback money lagi juga ada. Seperti surat berharga, asuransi, emas, dan nabung sendiri juga termasuk investasi masa depan.

19.Dari pengalaman diatas, saya lebih memanfaatkan sesuai kebutuhan. Hal seperti ini  berbeda dengan "pelit", kita hanya membeli yang dibutuhkan dan bukan sekedar untuk prestige (pamer-pamer harta benda). Dalam islam, segala sesuatu yang berlebihan itu dilarang.

20.Point yang lain adalah sabar, karena sabar membawa keberuntungan. Setelah belajar sabar dengan anak-anak, sekarang masih sering kangen sama murid-murid dulu walaupun buaandeelnya minta ampyuuunn hahhaa. Kepolosan mereka itu bikin lucu *panjang kalo mau diceritain*.

21.Yang penting adalah keluarga karena sesibuk apapun kita uang itu tidak dibawa mati, tetapi kehilangan waktu dengan keluarga itu rugi karena peran mereka tidak akan ada yang bisa mengganti. Terlebih kalo kita perempuan yahh :)

22.Tetapi bagi mereka yang memang harus kerja demi keluarga, ini mulia karena kerja kerasnya In Syaa ALLAH dibalas oleh Sang Maha Pemilik Kekayaan. Aamiin

Agustus 30, 2013

Apa yaa judul nyaa ?? em..umm..emm..umm

Sadarku terbangun, ternyata aku penggodamu.
Tak ingin ku rusak masa depanmu.

Huruf ku hilang saat tertampar pada sekat.
Ternyata aku perusak iman mu.

Takkan terlupa sedikitpun bait demi kata.
Walaupun berjumpa hanya dengan kalimat-kalimat jenaka.

Aku bukan wanita penerima kata dari banyak empunya.
Hatiku hanya memilih satu.
Entah sampai kapan tertahan di hati, biar kuasa ALLAH yang mengganti.

"Semua terjadi tidak ada yang kebetulan", kata orang.
Mungkin pelangi mengintip dibalik ini.

Maafkan aku karena kerasnya tegak hati.
Karena aku lebih takut murka Illahi.

Namun jika prinsip bahagiamu berbeda dengan ku.
Maka tempuhlah pilihanmu, karena itu hidupmu.

Insan diluaran saling menyatukan syahwat pribadi.
Maaf wahai akhi, aku ingin memuliakan diri.

Cintaku pada Rabb ku lebih besar, daripada hanya sekedar syahwat pribadi.
Aku hanya mencari imam dunia akhirat, hal itu ditempuh lalui akad pribadi.

Ku yakin sama-sama dalam renungan yang belum siap.
Maka mungkin, aku mundur, agar dirimu tak kena maksiat ini.

Huruf ku penatkan pikiranmu.
Biar ALLAH yang dengar doaku.

Lisan ku merusak iman mu.
Sungguh hilafku telah melampaui waktu.

Ingatlah semua perkataan ku.
Aku tidak akan berbaku syahwat kecuali pada laki-laki yang datang menikahiku :)